Hadirkan Biaya Murah bagi Warga, Yayasan Asrab Berkomitmen Cetak Generasi Berakhlak di Karimun
Karimun, eknnews.com – Zulkhainen Ketua Forum Pembaharuan Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun sekaligus pendiri Yayasan Asrab telah mengkonfirmasi terkait berdirinya Yayasan Asrab pada tahun 2018 bertempat di Yayasan Asrab – TK Asrab, Selasa (12/05/2026).
Zulkhainen menjelaskan bahwa Yayasan Asrab yang didirikan sejak Juli 2018 ini memiliki visi besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak.
“Yayasan Asrab ini didirikan pada awal Juli tahun 2018 tujuannya ingin memajukan pendidikan di Kabupaten Karimun, yang kita harapkan juga mampu membangun karakter supaya kedepan terciptanya masyarakat yang berakhlak.”jelasnya.
Salah satu unit pendidikan di bawah naungan yayasan yaitu TK Asrab, mendapatkan respons positif dari warga sekitar. Saat ini, tercatat sekitar 40 hingga 50 siswa telah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Zulkhainen menekankan bahwa TK Asrab hadir sebagai solusi bagi keluarga yang menginginkan pendidikan berkualitas, namun terkendala biaya.
“TK Asrab ini juga mendapat antusias dari masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah sekitar 40 hingga 50 orang. Untuk biaya di TK Asrab tentunya biaya murah daripada TK-TK yang ada di Karimun, karena kita fokuskan ke menengah ke bawah.” ujar Zulkhainen.
Meski berjalan dengan semangat kemandirian, Zulkhainen berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah setempat, terutama terkait kesejahteraan para tenaga pendidik. Ia berpesan agar guru-guru di TK Asrab terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kekompakan dalam mendidik anak usia dini.
“Tujuan berdirinya ini tidak terlepas dari cara kita menjaga sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter budi pekerti. Diharapkan untuk guru-guru TK Asrab selalu kompak menambah pengetahuan tentang pendidikan anak-anak, dan mudah-mudahan terkait honorer bisa dibantu oleh pemerintah daerah Kabupaten Karimun.” akhiri Zulkhainen.
Tri Rahayu Ningsih biasa dipanggil Ayu kepala sekolah TK Asrab menceritakan perjuangan awal sekolah yang dimulai dengan sangat sederhana. Pada masa awal operasional, pihak sekolah harus turun langsung ke lapangan untuk menjaring minat orang tua.
“Saat pertama kali beroperasi, kami berusaha mencari murid-murid dengan berkeliling door to door dan hanya mendapatkan murid sesuai kuota yang dianjurkan pemerintah. Untuk tahap pertama kita hanya ada 2 guru saja dan makin lama berkembang hingga adanya penambahan.” sampai Ayu.
Meski telah berjalan selama lima tahun dan rutin menjalankan program Penyelenggaraan Unit Paud (PUP), pihak sekolah mengakui tantangan terbesar ada pada kesejahteraan tenaga pendidik. Dari total 6 guru yang ada saat ini, baru 2 orang yang mendapatkan insentif dari pemerintah.
“Untuk awal hanya ada dua lokal sekarang sudah ada tiga lokal. Murid disini juga beragam ada yang dari Sungai Pasir, Pelipit, Teluk Air dan daerah lainnya.” ujarnya.
Ayu juga menjelaskan bahwa hingga saat ini masih menunggu bantuan dari pemerintah untuk kesejahteraan guru TK Asrab.
“Pada satu dan dua tahun awal beroperasi memang belum ada, untuk dua tahun hanya dua guru yang mendapat insentif, hingga sekarang, guru-guru lain belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.” lanjutnya.
Terkait dukungan sarana, Ayu mengapresiasi bantuan yang diterima dari program pemerintah pusat.
“Kemarin ada program dari bapak Prabowo kita mendapatkan TV dan Laptop yang bisa membantu kita, PUP kita juga sudah berjalan selama 5 tahun.” ujar Ayu.
Dengan total guru yang telah mencapai 6 orang, Ayu memberikan sebuah dorongan agar para guru tetap mempelajari perkembangan anak-anak.
“Untuk guru-guru meskipun belum mendapatkan honor akan kita usahakan bagaimanapun caranya, semoga para guru tetap mau belajar demi kemajuan perkembangan anak.” tutupnya.(dika)




